Daftar Makanan Penyebab Diabetes Melitus

Makanan adalah salah satu faktor penyebab diabetes melitus. Beberapa jenis makanan berpotensi memicu diabetes karena dapat menimbulkan masalah lonjakan gula darah melebihi angka normal. Tak heran jika semua orang mulai dari anak-anak sampai lansia dianjurkan untuk memperhatikan setiap asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh untuk mencegah resiko diabetes di masa mendatang. Memperhatikan asupan makanan dan pola makan juga bukan hanya penting untuk mencegah peningkatan gula darah, namun juga berguna untuk mempertahankan kualitas kesehatan dan meminimalisir resiko penyakit berbahaya lainnya.

Daftar Makanan Penyebab Diabetes Melitus


Ada beberapa jenis makanan yang dapat memicu diabetes melitus dan mengganggu kesehatan. Beberapa jenis makanan yang dimaksud antara lain:

  1. Makanan manis yang tinggi gula, seperti kue dan jenis makanan lainnya.
  2. Makanan yang tinggi lemak, misalnya daging dan jeroan.
  3. Makanan yang kaya minyak, seperti goreng-gorengan.
  4. Makanan yang tinggi karbohidrat, misalnya nasi putih, kentang goreng dan olahan tepung-tepungan.
  5. Makanan atau minuman kaleng yang dicampur dengan gula buatan atau pengawet dan bahan kimia lainnya.

Selain faktor makanan di atas, pola makan juga mempengaruhi kadar gula darah Anda. Kebanyakan makan dan pola makan yang tak teratur bisa menimbulkan obesitas sehingga beresiko memicu masalah diabetes dan penyakit lainnya. Untuk menghindari resiko penyebab penyakit diabetes melitus yang satu ini, Anda perlu menerapkan pola makan yang sehat, tepat dan seimbang sesuai kebutuhan sehingga kadar gula darah selalu terjaga. Pastikanlah semua asupan makanan memenuhi ketentuan dengan benar, tidak mengandung gula berlebih, tidak terlalu manis, tidak mengandung banyak lemak dan minyak.

Tak hanya itu saja, upaya untuk menghindari penyebab diabetes melitus juga harus dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Anda perlu melakukan olahraga secara teratur untuk menjaga kesehatan tubuh secara optimal. Hindarilah kebiasaan buruk seperti merokok, begadang, mengonsumsi alkohol dan lain sebagainya agar keseimbangan tubuh tetap stabil dan terjaga. Dengan demikian, kadar gula darah pun akan tetap berada di angka normal untuk jangka panjang tanpa khawatir lonjakan gula darah yang tidak terduga.

More

Top 10 Articles