Orang Tua, Sekolah, dan Parenting Indonesia




Sebagai orang tua rasanya susah-susah gampang dalam mendidik anak. Jika ingin menjadi pilot, guru, suster, dan lain sebagianya bisa saja tinggal masuk ke sekolah tersebut tetapi jika menjadi orang tua apakah ada sekolahnya? Karena tidak ada sekolah mengenai parenting maka banyak orang tua yang ngawur dan salah dalam mengasuh serta mendidik anaknya. Menjadi orang tua yang baik dalam mengasuh dan mendidik anak memang belum ada sekolahnya, maka dari itu kita tetap bisa belajar menjadi orang tua yang baik dengan belajar ilmun parenting dari manapun. Salah satu bukunya yaitu Ayah Edy yang merupakan sumber untuk belajar yang baik dalam memahami ilmu parenting. Bisa pula belajar dari internet, Koran bahkan dari majalah Parenting Indonesia juga bisa.

Orang tua, guru, pemerintah dan masyarakat kesemuanya itu merupakan komponen penting dalam pendidikan. Kesemua pihak harus membangun komunikasi yang baik untuk kemajuan pendidikan, karena majunya pendidikan tidak hanya tanggung jawab guru atau sekolah semata, melainkan tanggung jawab kita bersama jadilah parenting Indonesia yang kuat dan berakhlak. Pertemuan antara orang tua dan guru bisa menjadi sarana untuk sharing terkait rencana program dan tujuan yang ingin dicapai bersama antara pihak sekolah maupun orang tua. Manfaat yang di dapat dari adanya pertemuan tersebut adalah :

  1. Lebih terjalinnya silaturahmi dan kedekatan antara orang tua dan guru.
  2. Membuka ruang diskusi serta keterbukaan antara orang tua dan guru.
  3. Orang tua bisa mendapatkan informasi yang utuh mengenai program pendidikan anak-anaknya.
  4. Orang tua dapat langsung menyampaikan saran maupun kritik kepada pihak sekolah secara terbuka.
  5. Para guru mendapat banyak masukan yang bisa dijadikan acuan dan pertimbangan dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

Keluarga bukanlah sekolah, memberikan pengalaman-pengalaman pendidikan yang pertama mulai masa pertumbuhan dengan usaha-usaha untuk membimbing dan mengarahkan anak serta melatihnya. Parenting Indonesia dapat merujuk pada suasana kegiatan belajar mengajar yang menekankan kehangatan bukan ke arah suatu pendidikan satu arah atau tanpa emosi.

More

Top 10 Articles